Jumat, 02 Januari 2009

Bangun Sekolah Satu Atap untuk Tingkatkan Kualitas

TRENGGALEK-Banyaknya lulusan siswa SD di Desa Cakul, Kecamatan Dongko yang kesulitan melanjutkan ke SMPN, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Trenggalek membuat terobosan. Dinas yang bertanggungjawab tentang pendidikan itu, membuat gedung SD-SMPN Satu Atap 2 di Desa Cakul. Bahkan 15 Oktober lalu gedung itu diresmikan oleh Wakil Bupati Trenggalek Mahsun Ismail.

Dengan dibangunnya SD-SMPN Satu Atap ini, maka kesulitan wali murid yang ingin anaknya melanjutkan ke SMPN terjawab. Sebab, ketika lulusan SD di Desa Cakul tidak perlu bingung. Mereka bisa langsung mendaftar di SMPN itu. Selain itu hal ini juga sebagai wujud mendukung program pemerintah wajib belajar 9 tahun. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Trenggalek, Kusprigianto. Menurut dia, pembangunan ruang kelas baru SD-SMPN satu atap ini merupakan jawaban kesulitan wali murid. Selain itu, sebagai upaya peningkatan serta pemerataan kesempatan dalam memperoleh pendidikan dengan biaya murah dan berkualitas. Sehingga wali murid tidak perlu bingung soal dana pendidikan.

“Sekolah satu atap ini diharapkan menjadi sekolah yang berkualitas, sehingga mampu bersaing dengan sekolah lainnya,” katanya. Kusprigianto melanjutkan, pembangunan gedung ini menyerap biaya yang cukup besar, karena itu para pendidik maupun orang tua siswa mampu mempertahankan dan senantiasa melestarikan agar gedung ini bisa dipergunakan seterusnya bagi generasi selanjutnya. Dengan begitu ke depan melahirka generasi-generasi yang mampu bersaing pada era globalisasi.

Sementara itu dalam sambutannya Wabup Trenggalek Mahsun Ismail menyatakan, tujuan pembangunan di bidang pendidikan mewujudkan masyarakat yang maju, berdaya saing, demokratis, berkeadilan damai dan sejahtera dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk mewujudkan itu harus didukung sumber daya manusia yang cerdas, terampil, bertaqwa, sehat, mandiri serta cinta tanah air. “Dengan gedung SD-SMPN satu atap ini, bisa mencetak siswa berdaya saing tinggi,” katanya Mahsun Ismail. (and/ris)

Radar Tulungagung Jumat, 17 Oktober 2008 21:38

0 komentar:

Poskan Komentar